Rabu, 26 Desember 2012

Dibalik Ucapan Perayaan Natal



Ucapan dapat menjadi sebuah boomerang untuk seseorang apabila kita salah dalam berucap. Ternyata itu benar, kata-kata kita harus kita jaga, karena dengan kata-kata agama seseorang dapat hilang. Berikut ini adalah sebuah ulasan tentang percakapan seorang Muslim dan Nasrani :


Muslim : Bagaimana natalmu ??

Nasrani : Baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku ??

Muslim : Tidak, agama kami sangat menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu, tapi masalah ini, agama saya melarangnya..

Nasrani : Tapi kenapa? Bukankah hanya sekedar kata-kata ?? Teman muslimku yang lain mengucapkannya padaku..

Muslim : Mungkin mereka belum mengetahuinya. Eeemmm,,apa kau bisa mengucapkan dua kalimat syahadat ??

Nasrani : Oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya, Itu akan mengganggu kepercayaan saya..

Muslim : Kenapa ?? Bukankah hanya sekedar kata-kata ?? Ayo ucapkanlah..

Nasrani : Ya, sekarang saya mengerti..


 
ISLAM sangat meghargai toleransi terhadap umat beragama lain dalam segala hal, kecuali dalam akidah dan kepercayaan. Tegas terkandung dalam surah Al-Kafirun. Ucapan natal mengandung masalah akidah, karena dengan mengucapkan selamat natal otomatis kita mengakui lahirnya Nabi Isa, AS sebagai tuhan dan jelas-jelas itu sudah bertentangan dengan akidah.
Jika ada kelebihan itu datangnya dari ALLAH SWT dan jika ada kekurangan itu datang dari diri saya sendiri.



Semoga dapat berguna, Hoshimaru dan Sang Pemimpi.
Artikel ini saya ambil dari : group facebook.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar