"
Pada awalnya Malioboro
memang dibangun sebagai pusat kegiatan ekonomi. Dulunya ini merupakan kawasan Pecinan yang muncul sejak zaman Sultan Hamengku
Buwono I memerintah. Pada masa itu Sultan Hamengku
Buwono I mengangkat seorang kapiten yang berasal dari Cina yang bernama Tan Jin Sing, pada tahun 1755. Setjodingrat (nama jawa dari kapiten Tan Jin Sing) tinggal di "ndalem Setjodingratan" (kini
terletak di sebelah timur Kantor Pos Besar). Sejak sekitar tahun 1916,
kawasan Malioboro sebelah selatan dikenal sebagai pemukiman Pecinan Yogyakarta, yang ditandai dengan rumah-rumah toko yang menjual
barang-barang kelontong, emas dan pakaian.
Pada awalnya Malioboro
memang dibangun sebagai pusat kegiatan ekonomi. Dulunya ini merupakan kawasan Pecinan yang muncul sejak zaman Sultan Hamengku
Buwono I memerintah. Pada masa itu Sultan Hamengku
Buwono I mengangkat seorang kapiten yang berasal dari Cina yang bernama Tan Jin Sing, pada tahun 1755. Setjodingrat (nama jawa dari kapiten Tan Jin Sing) tinggal di "ndalem Setjodingratan" (kini
terletak di sebelah timur Kantor Pos Besar). Sejak sekitar tahun 1916,
kawasan Malioboro sebelah selatan dikenal sebagai pemukiman Pecinan Yogyakarta, yang ditandai dengan rumah-rumah toko yang menjual
barang-barang kelontong, emas dan pakaian.
Kawasan ini kian ramai setelah Kraton membangun Pasar Gedhe yang kini
bernama "Pasar Beringharjo". Kawasan Pecinan mulai
meluas ke utara, sampai ke Stasiun Tugu dan Grand
Hotel de Yogya yang kini bernama "Hotel Garuda". Malioboro juga menjadi
penghubung stasiun sampai Benteng Rusternburg (Vredeburg)
dan Kraton. Rumah toko menjadi pemandangan lumrah di sepanjang jalan ini. Karna sekarang kawasan jalan Malioboro bukan hanya sekedar pusat kegiatan ekonomi masyarakat Yogyakarta, tetapi juga sebagai pusat wisata belanja Yogyakarta.
Dengan adanya wisata belanja dijalan Malioboro ini bukan hanya masyarakat sekitarnya saja yang menuai hasil, tetapi juga hampir seluruh masyarakat Yogyakarta dapat menuai hasil. Karena dengan adanya pusat belanja didaerah Yogyakarta, hampir semua kegiatan ekonomi diYogyakarta semakin meningkat. Seperti contohnya perhotelan, sovenir, oleh-oleh khas Yogyakarta dan lain-lain.
Dengan kata lain jika salah satu kegiatan pariwisata disuatu daerah berkembang, pasti akan menimbulkan pengaruh yang positif didaerah itu ataupun didaerah sekitarnya.
Sekitar dari saya (Sang Pemimpi), terimakasih...
** foto diambil dari http://thunkart.blogspot.com/2010/07/malioboro-street-part-1.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar